
Diresmikan Langsung oleh Mendes PDTT dan Dihadiri Tokoh Nasional
Peresmian dapur MBG dilakukan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, dihadiri oleh:
- Bupati Tangerang Maesyal Rasyid
- Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN)
- Forkopimda Kabupaten Tangerang
- Kepala Desa Panongan, Suhendi
- Tim BUMDes dan Koperasi Merah Putih
- Tokoh masyarakat, guru, dan kepala sekolah
Menteri Yandri memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif luar biasa ini.
“Saya sangat bangga, Panongan menjadi desa pertama yang membuktikan bahwa program nasional bisa diwujudkan langsung oleh desa, melalui kekuatan lokal dan kolaborasi yang solid,” tegasnya.
Apa Itu Program MBG? Dan Mengapa Panongan Begitu Istimewa?
Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia, khususnya usia sekolah. Target nasionalnya: 82,9 juta penerima manfaat.
Desa Panongan menjadi percontohan karena:
- Mengelola langsung dapur MBG melalui BUMDes
- Berkolaborasi aktif dengan BGN untuk memastikan kualitas menu dan standar gizi
- Memberdayakan masyarakat lokal sebagai tenaga dapur, distribusi, dan penyedia bahan pangan
Melayani Lebih dari 3.000 Siswa Setiap Hari
Dapur MBG Panongan, atau dikenal sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), melayani 3.034 siswa dari 10 sekolah, yang terdiri dari:
- 6 Sekolah Dasar (SD)
- 4 Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Setiap hari, anak-anak sekolah tersebut menerima makanan sehat, seimbang, dan disesuaikan dengan standar gizi dari BGN. Menu bergilir, diawasi ahli gizi, dan dipastikan memenuhi kebutuhan kalori harian anak.

Ekonomi Lokal Bergerak, Kesejahteraan Tumbuh
Yang membuat program ini begitu luar biasa adalah konsep pemberdayaan lokal:
- Petani lokal menjadi pemasok utama bahan pangan
- Ibu-ibu desa dilibatkan sebagai tenaga dapur dan distribusi
- Warung kecil & UMKM di desa ikut menerima manfaat melalui suplai kebutuhan logistik dapur
- Remaja desa ikut terlibat dalam kegiatan edukasi gizi dan dokumentasi digital
“Ini bukan sekadar program makan gratis. Ini adalah gerakan ekonomi, sosial, dan pendidikan yang dimulai dari desa,” jelas Kepala Desa Panongan, Suhendi, penuh semangat.
Kolaborasi Hebat: Pemerintah – BUMDes – BGN – Masyarakat
Dibalik kesuksesan ini ada kolaborasi empat pilar:
Pemerintah Desa: sebagai inisiator dan penggerak utama
BUMDes Panongan: pengelola operasional dapur
BGN (Badan Gizi Nasional): pengawas mutu dan konsultan gizi
Masyarakat Desa: sebagai pelaksana, penerima manfaat, dan pengawas partisipatif
Model Panongan ini menjadi role model nasional. Bahkan, Menteri Yandri berharap desa-desa lain bisa belajar dan meniru semangat Panongan dalam mengelola program MBG secara transparan, profesional, dan memberdayakan.
Panongan Menjadi Simbol Harapan Desa-Desa Indonesia
Program ini menjadi bukti bahwa desa bukan hanya obyek pembangunan, tetapi pelaku utama perubahan. Panongan hari ini telah menunjukkan bahwa dengan visi yang kuat dan kolaborasi yang tepat, desa bisa mengatasi masalah gizi, memberdayakan ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup warganya secara berkelanjutan.
Panongan Bisa, Panongan Hebat, Panongan Jadi Inspirasi!
Dengan pencapaian ini, Desa Panongan bukan hanya menjadi desa biasa, tetapi ikon kemajuan desa di Indonesia.
Sebuah titik awal bagi puluhan ribu desa lainnya untuk berani bermimpi dan membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari dapur kecil di pelosok negeri.
